AB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic Economics
https://jurnal.staialbahjah.ac.id/index.php/ab-joiec
<p><strong>AB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic Economics</strong> is a scientific journal published by the Islamic Economics Study Program STAI Al Bahjah Cirebon which accommodates researchers and publishes original. Manuscripts through peer review. Focus and Scope, as follows: Sharia Accounting, Islamic Business Management, Human Resource Management, Sharia Economics, Islamic Banking and Finance, Sharia Economic Law</p> <p><strong>AB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic Economics</strong> published by Departemen Shariah Economics Sekolah Tinggi Islam (STAI) Al-bahjah Cirebonin two times a year i.e August and December.</p>Program Studi Ekonomi Syariahen-USAB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic Economics 3025-793XFORMULASI STRATEGI ADAPTIF DAYA SAING PASAR TRADISIONAL DI ERA DIGITAL: INTEGRASI SWOT DAN PRINSIP EKONOMI ISLAM PADA PASAR MERTAPADA KULON
https://jurnal.staialbahjah.ac.id/index.php/ab-joiec/article/view/526
<p>Transformasi digital dan pertumbuhan e-commerce mengubah perilaku belanja masyarakat sekaligus memperkuat tekanan persaingan terhadap pasar tradisional. Studi terdahulu cenderung membahas revitalisasi fisik, persaingan dengan ritel modern, atau digitalisasi pedagang secara terpisah; akibatnya, masih terbatas kajian yang mengintegrasikan bentuk persaingan, kondisi internal-eksternal, adaptasi digital, dan prinsip ekonomi Islam dalam satu formulasi strategi pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk persaingan, memetakan faktor strategis, dan merumuskan strategi adaptif daya saing Pasar Mertapada Kulon. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan embedded mixed methods yang dominan kualitatif. Data utama diperoleh melalui wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap sembilan informan yang terdiri atas tiga pengelola, tiga pedagang, dan tiga konsumen; komponen kuantitatif terbatas digunakan untuk memprioritaskan faktor strategis melalui IFAS-EFAS. Analisis dilakukan melalui coding, kategorisasi, pemetaan SWOT, IFAS-EFAS, dan formulasi strategi SO-WO-ST-WT. Hasil menunjukkan persaingan pada harga, kualitas produk, pelayanan, fasilitas, dan akses digital. Kekuatan pasar terletak pada basis konsumen lokal, produk segar dan beragam, fleksibilitas harga, serta hubungan sosial; kelemahannya meliputi fasilitas, kebersihan, jam operasional, dan literasi digital. Peluang berasal dari dukungan terhadap produk lokal dan teknologi sederhana seperti WhatsApp dan QRIS, sedangkan ancaman terutama berasal dari ritel modern, e-commerce, perubahan preferensi konsumen, dan persaingan harga. Kontribusi penelitian adalah formulasi strategi adaptif yang menghubungkan diferensiasi relasional pasar tradisional, digitalisasi bertahap, perbaikan tata kelola, dan etika ekonomi Islam.</p> <p><em>Kata Kunci: pasar tradisional; strategi adaptif; transformasi digital; analisis SWOT; ekonomi Islam</em></p>Muhammad FaqihKartika NovitasariGama Pratama
Copyright (c) 2026 AB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic Economics
2026-08-312026-08-314111910.61553/abjoiec.v4i01.526PROMOSI DAN IMPLEMENTASI AKAD CICIL EMAS BSI
https://jurnal.staialbahjah.ac.id/index.php/ab-joiec/article/view/403
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi promosi dan implementasi akad <em>murabahah rahn</em> pada produk Cicil Emas di Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Kuningan A Yani 1 serta merumuskan implikasi strategis berdasarkan kondisi cabang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan orientasi studi kasus satu lokasi. Informan kunci dipilih secara purposif, yaitu Pawning Appraisal yang terlibat langsung dalam proses operasional Cicil Emas. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, kategorisasi berdasarkan STP dan bauran pemasaran 4P, serta penyusunan matriks SWOT kualitatif. Kredibilitas temuan diperkuat melalui triangulasi teknik dan pemeriksaan dokumen cabang. Hasil menunjukkan bahwa promosi memadukan <em>segmenting, targeting, positioning</em>, bauran pemasaran, canvassing, open table, dan kerja sama dengan instansi. Personal selling tidak hanya berfungsi sebagai saluran penjualan, tetapi juga sebagai sarana edukasi mengenai karakteristik produk dan akad. Pembiayaan menggunakan akad murabahah dengan emas sebagai objek jual beli dan akad rahn sebagai pengikat agunan. Analisis SWOT menunjukkan perlunya memperkuat kolaborasi institusional, edukasi digital yang terarah, layanan personal, dan transparansi akad. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas promosi produk keuangan syariah yang kompleks bergantung pada keselarasan antara penargetan pasar, edukasi produk, dan kejelasan akad.</p>Ayu NovitaAbdul Muizz AWKA Abdul Nasir
Copyright (c) 2026 AB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic Economics
2026-08-312026-08-3141203410.61553/abjoiec.v4i01.403MUSIM IKAN DAN STABILITAS EKONOMI RUMAH TANGGA NELAYAN
https://jurnal.staialbahjah.ac.id/index.php/ab-joiec/article/view/479
<p>Ketergantungan nelayan skala kecil pada ketersediaan sumber daya laut menyebabkan pendapatan rumah tangga mudah berubah mengikuti musim, tetapi kajian pada tingkat desa lebih sering menggambarkan perubahan pendapatan dan strategi adaptasi secara deskriptif. Pengujian hubungan musim ikan dan stabilitas ekonomi sebagai dua konstruk laten, beserta besarnya hubungan dan daya prediksi model, masih terbatas dalam literatur yang menjadi rujukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan musim ikan dengan stabilitas ekonomi rumah tangga nelayan di Desa Mojosari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan PLS-SEM karena kedua konstruk diukur melalui beberapa indikator dan analisis diarahkan pada estimasi hubungan prediktif. Data survei diperoleh dari 50 nelayan aktif yang dipilih dengan simple random sampling dari populasi sekitar 100 nelayan. Hasil menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara musim ikan dan stabilitas ekonomi (β = 0,899; t = 28,647; p < 0,001), dengan R² = 0,809, f² = 4,236, dan Q² = 0,553. Secara ekonomi, musim yang mendukung penangkapan berkaitan dengan kesinambungan arus pendapatan, kemampuan memenuhi konsumsi, dan pembentukan cadangan rumah tangga. Temuan memperkuat perspektif <em>livelihood</em> bahwa kerentanan musiman memengaruhi hasil ekonomi nelayan serta menegaskan kebutuhan diversifikasi nafkah, informasi musim, dan penguatan cadangan keuangan. Namun, validitas diskriminan belum sepenuhnya terpenuhi berdasarkan kriteria <em>Fornell–Larcker</em>, sehingga besarnya hubungan perlu ditafsirkan secara hati-hati.</p>Khofifah Junisa SilviaMuhammad Syarofi Ploychompoo Thongdee
Copyright (c) 2026 AB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic Economics
2026-08-312026-08-3141355010.61553/abjoiec.v4i01.479TRANSPARANSI INFORMASI PAYLATER DAN PERILAKU KONSUMTIF: DAMPAK SOSIAL TERHADAP KELOMPOK RENTAN DI INDONESIA
https://jurnal.staialbahjah.ac.id/index.php/ab-joiec/article/view/1101
<p>Layanan <em>Buy Now, Pay Later</em> (BNPL) di Indonesia berkembang pesat seiring penguatan regulasi yang mewajibkan transparansi informasi. Namun, penelitian terdahulu cenderung memisahkan aspek regulasi, perilaku konsumen, dan dampak sosial, sehingga efektivitas <em>mandatory disclosure</em>, mekanisme <em>behavioral economics</em>, serta konsekuensi BNPL terhadap kelompok rentan masih belum terintegrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan transparansi informasi, perilaku konsumtif, dan dampak sosial BNPL di Indonesia melalui integrasi Teori Asimetri Informasi, Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM), <em>Behavioral Economics/Choice Architecture</em>, dan kerangka evaluatif SDGs. Penelitian menggunakan metode kualitatif <em>library research</em> dengan pendekatan <em>narrative literature review</em> terhadap sumber dari Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan Garuda. Data dianalisis menggunakan <em>content analysis</em> melalui pengodean tematik dan triangulasi temuan domestik, bukti empiris internasional, serta dokumen regulasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa transparansi formal belum selalu menghasilkan pemahaman substantif konsumen, sehingga asimetri informasi tetap dapat terjadi. Kondisi tersebut membuka ruang bagi bias kognitif, seperti <em>present bias</em>, <em>anchoring</em>, <em>mental accounting</em>, dan berkurangnya <em>pain of paying</em>, yang dapat mendorong perilaku konsumtif, terutama pada kelompok dengan literasi keuangan terbatas. Dampaknya berupa peningkatan risiko utang tersembunyi dan beban sosial yang lebih besar pada kelompok rentan. Penelitian ini menawarkan model rantai kausal-siklis yang menghubungkan regulasi, transparansi, mekanisme perilaku, dan dampak sosial, serta merekomendasikan pergeseran regulasi dari <em>disclosure</em> menuju <em>comprehension</em> dan <em>behavioral safeguard</em>. Model ini tetap memerlukan pengujian empiris lebih lanjut</p>Cahya I'liyinShafira RizkiyantiDestyani Risti SyafhanaTiara Aulya AzraAhmad Rizqi ZiyadNaufal Luthfi Alifa
Copyright (c) 2026 AB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic Economics
2026-08-312026-08-3141516810.61553/abjoiec.v4i01.1101ANALISIS RISIKO PENGGUNAAN QRIS DALAM TRANSAKSI DIGITAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH
https://jurnal.staialbahjah.ac.id/index.php/ab-joiec/article/view/1175
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai risiko yang timbul dalam penggunaan <em>Quick Response Code Indonesian Standard</em> (QRIS) serta mengkaji kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip manajemen keuangan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur (<em>library research</em>). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap 22 referensi yang terdiri atas artikel jurnal ilmiah, buku, publikasi resmi Bank Indonesia, publikasi media berbasis data, dan kajian mengenai Fatwa DSN-MUI yang berkaitan dengan transaksi digital syariah. Analisis data dilakukan menggunakan teknik <em>content analysis</em> melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh sintesis mengenai risiko penggunaan QRIS dalam perspektif manajemen keuangan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS memiliki potensi besar dalam mendukung sistem pembayaran digital yang efisien, cepat, transparan, aman, dan inklusif, serta sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai risiko, meliputi risiko operasional akibat gangguan sistem dan kesalahan pengguna, risiko teknologi yang berkaitan dengan keandalan infrastruktur digital, serta risiko keamanan data yang mencakup ancaman terhadap kerahasiaan dan integritas informasi pengguna. Oleh karena itu, pengelolaan risiko perlu dilakukan secara komprehensif melalui penerapan prinsip kehati-hatian (<em>prudential</em>), keadilan (<em>'adl</em>), amanah, transparansi, dan <em>maqāṣid syariah</em> agar tercipta sistem pembayaran digital yang aman, terpercaya, dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa QRIS dapat menjadi instrumen pembayaran digital yang mendukung perkembangan ekonomi syariah di Indonesia apabila didukung oleh penguatan manajemen risiko, keamanan teknologi, literasi digital masyarakat, serta kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam setiap transaksi.</p>Mawar Jannati Al FasiriAlfi RahmahErni ErniHaerul IhsanIntan NabilaMaesaro Sulandani
Copyright (c) 2026 AB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic Economics
2026-08-312026-08-3141698210.61553/abjoiec.v4i01.1175